MAKALAH
ULUMUL QUR’AN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ulumul Qur’an
Dosen pembimbing :Bp. Moh Ani Muchlis, S.Ag.
Di susun oleh :
Miftahul hadi
Hesi Heryani
SEMESTER IV A
FAKULTAS TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
PURWOREJO
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah S.W.T atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul “ILMU ASBABUN NUZUL” dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan.
Harapan penulis semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini penulis akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang penulis miliki sangat kurang. Oleh kerena itu penulis harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
BAB I
PENDAHULUAN
Seperti yang kita ketahui, Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur, sesuai situasi yang menuntutnya. Karena itu, salah satu syarat pendahulu yang amat diperlukan untuk memahami ayat-ayat Al-Qur’an adalah mengetahui Asbab An-Nuzul (sebab-sebab turunnya ayat).
Pembahasan ini meliputi, Pengertian asbab an-nuzul, macam-macam asbabun nuzul, kalimat-kalimat yang menunjukkan asbabun nuzul, cara-cara mengetahui asbabun nuzul, dan fungsi mengetahui asbabun nuzul.
Pembahasan ini meliputi, Pengertian asbab an-nuzul, macam-macam asbabun nuzul, kalimat-kalimat yang menunjukkan asbabun nuzul, cara-cara mengetahui asbabun nuzul, dan fungsi mengetahui asbabun nuzul.
Agama Islam yang dianut oleh kaum muslim diseluruh dunia merupakan pedoman hidup yang menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat. Ia mempunyai satu dasar utama yang essensial yang berfungsi memberi petunjuk kejalan yang sebaik-baiknya, yakni Al-Qur’an. Kitab suci Al-Qur’an merupakan landasan hukum pertama dalam Islam, Al-Qur’an memberikan petunjuk dalam persoalan hukum (Syari’at), aqidah (Keimanan) dan akhlak dengan jalan meletakkan dasar-dasar tentang persoalan-persoalan tersebut.
Al-Qur’an diturunkan untuk membimbing manusia kepada tujuan yang terang dan jalan yang lurus, menegakkan suatu kehidupan yang didasarkan kepada keimanan kepada Allah dan risalah-Nya. Bebarapa di antaranya langsung disimpulkan dari lafal dan teks, bahwa firman Allah swt itu diturunkan kepada Nabi untuk memberi petunjuk kepada beliau mengenai perkara yang ditanyakan kepada orang-orang tentang bagaimana membagi harta rampasan perang.
Dalam mengkaji Al-Qur’an banyak memerlukan ilmu bantu dan salah satu ilmu yang mendasar yang diketahui oleh orang yang bergelut dengan kajian Al-Qur’an adalah ilmu Asbab al-Nuzul. Asbab al-Nuzul adalah konsep, teori, atau berita tentang sebab turunnya wahyu kepada Nabi saw baik berupa satu ayat, rangkaian ayat, atau satu surah.
Asbab al-Nuzul merupakan salah satu pokok bahasan yang penting dalam ulum al-Qur’an, karena dengan mengetahui Asbab al-Nuzul dapat membantu memahami dan menyingkap rahasia-rahasia yang ada dalam Al-Qur’an.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penngertian Asbabun Nuzul
Secara etimologis kata Asbab al-Nuzul berasal dari kata “asbab” dan “nuzul”.Kata asbab merupakan bentuk jamak dari kata sababun yang berarti sebab, alasan, illat. Sedangkan kata nuzul berasal dari kata kerja nazala yang berarti turun. Secara tersminologis, Asbab al-Nuzul dapat diartikan sebab-sebab yang melatar belakangi turunnya ayat (Al-Qur’an), seperti halnya asbabul wurud dalam istilah ulumul hadits.
a. Menurut Al-Zarqani, Asbab al-Nuzul atau suatu peristiwa yang dapat dijadikan petunjuk hukum berkenaan dengan turunnya suatu ayat.
b. Menurut Shubhi Al-Shalih bahwa sesuatu yang menyebabkan turunnya satu atau beberapa ayat yang memberi jawaban terhadap sebab itu, atau menerangkan hukumnya pada masa terjadinya sebab itu.
c. Sedangkan Ash-Shabuni mengatakan bahwa turunnya suatu ayat disebabkan atau oleh adanya suatu peristiwa atau kejadian yang berhubungan dengan peristiwa tersebut, baik itu berupa pertanyaan dari para sahabat ataupun kejadian yang berkaitan dengan urusan agama
Berdasarkan pengertian yang dikemukakan para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Asbab An nuzul adalah kejadian atau peristiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat Al-Qur’an, dalam rangka menjawab, menjelaskan, dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dari kejadian tersebut.
Bentuk-bentuk peristiwa yang melatarbelakangi turunnya Al-Qur’an diantaranya adalah konflik sosial, sepeti ketegangan yang terjadi antara suku Aus dan suku Khazraj. Masalah tentang pernikahannya Martsad al ghanami yang hendak menikahi seorang wanita musrikin, yang sangat cantik dan hartawan ; dan pertayaan-pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang sahabat kepada Nabi, baik berkaitan dengan sesuatu yang sudah lewat, sedang atau yang akan terjadi.
Persoalan mengenai apakah seluruh ayat Al-Qur’an memiliki asbabun nuzul atau tidak, ternyata telah menjadi bahan kontroversi diantara para ulama’. Sebagian ulama’ berpendapat bahwatidak semua ayat Al-Qur’an memiliki asbabun nuzul. Oleh karena itu, ada ayat Al-Qur’an yang diturunkan tanpa ada yang melatarbelaknginya ( ibtida’), dan sebagian lainnya diturunkan dengan dilatarbelakangi oleh suatu peristiwa (ghoir ibtida’).
Jadi dapat dipahami bahwa Asbab al-Nuzul memiliki beberapa unsur penting yang harus dilihat dalam menganalisa sebab turunnya suatu ayat, yaitu adanya suatu peristiwa, pelaku, waktu, dan tempat perlu diidentifikasi dengan cermat guna menerapkan ayat-ayat itu pada kasus lain dan di tempat dan waktu yang berbeda. Hal ini tidak berarti bahwa setiap ayat yang turun disebabkan oleh suatu peristiwa atau kejadian, atau karena adanya pertanyaan kepada Nabi mengenai agama. Tetapi ada diantara ayat yang turun tanpa adanya sebab, yaitu mengenai aqidah, iman, kewajiban-kewajiban dalam Islam.
B. Fungsi Asbabun Nuzul dalam memahami Al-Qur’an
1. Membantu dalam memahami skaligus mengatasi ketidak pastian dalam menangkap pesan ayat-ayat Al-Qur’an
2. Mengtasi keraguan ayat yang diduga mengandung pengartian umum
3. Menghususkan hukum yang terkandung dalam ayat Al-Qur’an
4. Mengidentifikasikan perilaku yang menyebabkan turunnya ayat Al-Qur’an
5. Memudahkan untuk menghafal dan memahami ayat, serta untuk memantapkan wahyu kedalam hati orang yang mendengarkan.
C. Klasifikasi Asbabun Nuzul Ayat dan contohnya
1. Peristiwa berupa pertengkaran, seperti perselisihan yang berkecamuk antara segolongan dari suku Aus dan segolongan dari suku Khazraj. Perselisihan itu timbul dari intrik-intrik yang ditiupkan orang-orang Yahudi sehingga mereka berteriak-teriak : “Senjata, senjata”, maka turunlah Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 100.
2. Peristiwa berupa kesalahan yang serius, seperti peristiwa seorang yang mengimami sholat sedang mabuk sehingga tersalah membaca surah Al-Kafirun, sehingga turunlah Al-Qur’an surat Al-Nisa’ ayat 42.
3. Peristiwa itu berupa cita-cita dan keinginan, seperti persesuaian-persesuaian (muwafaqat) Umar Ibn Al-Khaththab dengan ketentuan ayat-ayat Al-Qur’an. Dalam sejarah, ada beberapa harapan Umar yang dikemukakannya kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian turunlah ayat yang sesuai dengan harapan-harapan Umar tersebut. Sebagai contoh adalah keinginan Umar Ibn Khaththab untuk menjadikan Makam Ibrahim sebagai tempat shalat, maka turunlah ayat yang memerintahkan untuk melaksanakan sholat di Makam Ibrahim.
D. Aneka Riwayat Tentang Sebab Turunnya Satu Ayat
Ada dua redaksi yang dipergunakan perawi dalam mengungkapkan riwayat asbabun nuzul yaitu sharih (jelas) dan muhtamilah (kemungkinan). Redaksi sharih artinya riwayat yang sudah jelas menunjukkan asbabun nuzul, dan tidak mungkin menunjukkan yang lainnya. Redaksi dikatakan sharih bila perawi mengatakan :
سَبَبُ نُزُوْلِ هَذِهِ اْلاَيَةِ
Sebab turun ayat ini adalah…..
Dan redaksi dikatakan mhtamilah (kemungkinan) bila perawi mengatakan:
نَزَلَتْ هَذِهِ اْلاَيَةُفِى كَذَا
“Ayat ini dirturunkan berkenaan dengan ….”
Tidak semua riwayat mempunyai Asbabun Nuzul, akan tetapi adakalanya Asbabun Nuzul tersebut memmpunyai bentuk variasi. Bentuk variasi itu kadang terdapat dalam redaksinya dan kadang pula terdapat dalam kualitasnya. Untuk mengatasi variasi riwayat Asbabun Nuzul satu ayat dari sisi redaksi, para ulama’ mengemukakan cara sebagai berikut :
1. Tidak mempermasalahkannya
Cara ini ditempuh apabila variasi riwayat asbabun nuzul menggunakan redaksi muhtamilah (tidak pasti). Umpamanya, satu versi menggunakan redaksi, “Ayat ini diturunkan berkenaan dengan ….” Dan versi lain menggunakan redaksi, “Saya kira ayat diturunkan berkenaan dengan….” Variasi riwayat asbabun nuzul ini tidak perlu dipermasalahkan karena yang dimaksud oleh setiap variasi itu hanyalah sebagai tafsir belaka dan bukan Asbabun Nuzul.
2. Mengambil versi riwayat asbabun nuzul yang menggunakan redaksi sharih
Cara ini digunakan bila salah satu versi riwayat asbabun nuzul itu tidak menggunakan redaksi sharih (pasti).
3. Mengambil versi riwayat yang shahih
Cara ini digunakan apabila seluruh riwayat itu menggunakan redaksi sharih (pasti), tetapi kualitas salah satunya tidak shahih.
Variasi riwayat Asbabun Nuzul satu ayat dari sisi kualitas, para ulama’ mengemukakan cara sebagai berikut :
1. Mengambil versi riwayat yang sahih
Cara ini diambil bila terdapat dua versi riwayat tentang asbabun nuzul satu ayat, yang salah satu versi berkualitas sahih, sedangkan yang lain tidak.
2. Melakukan studi selektif (tarjih)
Langkah ini diambil apabila kedua versi asbabun nuzul tersebut berbeda-beda kualitasnya tetapi keshahihannya sama.
3. Melakukan studi kompromi (jama’)
Langkah ini diambil bila kedua riwayat yang kontradiktif itu sama-sama memiliki kesahihan hadis yang sederajat dan tidak mungkin dalakukan tarjih.
E. Kesimpulan
Asbabun nuzul hadir sebagai bagian dari ulumul Al-qur’an. Karena sebagian Al-qur’an turunya punya latar belakang. Latar belakang itu ada berupa kejadian-kejadian, dan pertanyaan-pertanyaan yang dilakukan oleh para sahabat.
Manfaat asbabun nuzul adalah menghilangan kesulitan dalam memahami ayat, dan untuk menghilangkan kesalahan dalam memahami ayat.
DAFTAR PUSTAKA
DR. Rasihon Anwar, M.Ag, Ulum Al-Qur’an, Pustaka Setia, Bandung, 2008.
Teungku Muhammad Ash Shidieqy, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Pustaka Rizqi Putra,Semarang.
http://zigaumarov.blogspot.com/2011/04/asbab-al-nuzul.html
http://sawatyl.blogspot.com/2012/02/blog-post.html
http://abinafiah.blogspot.com/2010/02/asbabun-nuzul_14.html