Selasa, 29 Oktober 2013

Selamat Pagi Pujaan Hati

Kau terbaring berampar lelah,
menatap mimipi indah terindah.
Harapan senyum hiasi tidur,
sinar mentari kian terukur.
Kusambut pagi hiasi hari,
senyuman manis untukmu peri.
Berharap indah kian menanti,
bertemu engkau pujaan hati.

Malam yang telah berlalu terasa lama,
tak sabar hati untuk berjumpa.
Berjumpa dengan engkau yang kupuja,
dipagi yang cerah nan bahagia.
Terucap sebuah kata,
untuk dikau yang kupuja.
Pagi hari indahkan suasana,
selamat pagi orang yang disana.

Senin, 28 Oktober 2013

Rindu Tak Sampai

Ketika engkau berharap pada seseorang atas kebaikan dan perhatiannya.
Ketika itu pula sebuah teguran membuatmu merasa diperhatiakan.
Sedikit sapaan darinya telah membuat kamu merasa dia peduli.
Sedikit sapaan darinya telah membuat engkau terlena dan terbuai.
 
Semua itu membuatmu bertahan dan terus berharap.
Banyak sudah kasih yang kau berikan terbuang sia-sia.
Banyak sudah perhatian yang kau tunjukkan, menguap begitu saja.
Banyak sudah rasa yang kau curahkan tetapi tetap saja hambar.
 
Karena itu semua tak ada arti buat dia.
Karena itu semua tak membuat dia bahagia.
Dan yang pasti itu semua tidak pernah dia harapkan.

Hanyalah kekecewaan yang akan kau dapat.
Setidaknya menjauhlah dari rasa kecewa, berpalinglah untuk kebahagiaanmu.
Pergilah dan terbanglah tinggi.
 
Jadilah bulan yang mampu menerangi gelapnya malam.
Jadilah bintang yang biasnya menghiasi malam.
Dan jadilah pelangi yang mewarnai bumi.
 

Minggu, 27 Oktober 2013

Rindu Seseorang

Kupejamkan mata ini diantara bisikan angin senja.
Kini kurasakan rindu yang kian menusuk dada.
Kusebut namamu untuk menemani kerinduan ini.
Asaku melayang menembus mimpi, berharap kau bisa merasakn rindu ini.
Kembali kubuka mata ini, tapi hanyalah bayangan semu yang menghampiri.
Rindu ini semakin menjadi, sampai mata terpejam kembali.

Lamunanku kini makin melayang, mengharap kau datang membawa seikat cinta dan ketulusan kasih sayang. Namun itu hanyalah angan-angan melayang.
Kini kugenggam segala mimpi tentangmu, hingga sinar surya menyapaku diantara bisikan embun.
Kini aku mulai tersenyum, rinduku yang terlanjur mendalam, kini dapat terobati.
Walau kamu yang kurindu, hanya ada dalam imajinasiku.

Sabtu, 26 Oktober 2013

mas janoko


Rindu Dia

Kala sang alam mulai terlelap, hening tiada terucap suatu kata.
Hanya dapat memandang langit diatas sana, yang membuat rindu ini semakin merona.
Kini kutermangu dalam kesunyian, tenggelam dalm kebisuan.
Hanya hembusan angin malam yang berikan ketenangan, ketika rasa rindu melanda jiwa.

Ingin kurengkuh bayangmu yang tergambar di pelupuk bola mata, namun bayangan hanyalah bayangan.
Kurasakan kebekuan menyusup setiap aliran darah, kuhela nafas panjang tuk redakan segala sesak yang ada.

Disaat kutatap rembulan.......

Hati kecilku sempat berbisik " Aku Rindu Dia" akankah dia tahu aku merindukannya...
Tak bisa lagi kutahan, air mata terus mengalir mengiringi kerinduan yang tak tertahan.
Dan kembali ku tundukkan kepala, sambil berbisik dalam hati kecil " Aku Rindu Dia" ....aku sangat merindukannya.